DWT Logo

Writing · Essay · KETIKA SAYA IKUT PERANG

Ketika Saya Ikut Perang

Ketika Saya Ikut Perang

Akhir-akhir ini dunia ramai.

Perang Iran–USA–Israel.
Semua orang bicara.

Dan saya…
ikut bicara.


Tentang geopolitik.
Tentang strategi.
Tentang siapa benar, siapa salah.


Tiba-tiba
saya merasa seperti ahli perang.


Beberapa waktu lalu,
saat bicara kota

saya menjadi arsitek kota.


Saat bicara lingkungan
saya menjadi arsitek hijau.


Saat masuk ke interior
saya menjadi desainer ruang dalam.


Saat bicara bentuk
saya menjadi penjaga estetika.


Saat membaca filsafat
saya seperti menjadi filsuf.


Saat menyentuh isu sosial
saya merasa mengerti masyarakat.


Saya bisa menjadi banyak hal.

Dengan cepat.
Dengan lancar.
Dengan percaya diri.


Lalu saya diam sebentar.


Dan mulai bertanya:

kenapa saya selalu ingin ikut
dalam setiap percakapan?


Apakah ini karena saya peduli?

Atau jangan-jangan
karena saya tidak cukup yakin
dengan apa yang sebenarnya saya miliki?


Sebagai arsitek.


Karena ketika saya kembali ke arsitektur,
pertanyaannya menjadi sangat sederhana:

ruangnya di mana?
konfigurasi spasialnya bagaimana?
tubuh manusia ditopang oleh apa?


Dan di titik itu…
saya tidak lagi sefasih tadi.


Saya tidak lagi cepat.
Tidak lagi yakin.


Yang tersisa justru diam.


Mungkin di situlah letaknya:

lebih mudah bagi saya
menjadi banyak hal

daripada benar-benar tinggal
di dalam arsitektur.


Padahal di tengah perang,
yang runtuh bukan hanya negara.

Rumah hancur.
Kota berubah.
Ruang kehilangan kestabilannya.


Dan di titik itu,
arsitektur tidak butuh banyak kata.


Ia hanya ditanya satu hal:

apakah masih ada ruang
yang bisa melindungi tubuh?


Kalau tidak

maka semua yang tadi saya bicarakan
menjadi terasa jauh.


Saya mulai sadar,
mungkin saya terlalu sering berpindah.


Dari perang ke kota.
Dari kota ke sosial.
Dari sosial ke filsafat.
Dari filsafat ke estetika.


Tanpa benar-benar tinggal
di satu hal yang seharusnya saya pahami.


Dan mungkin saya perlu jujur:


saya tidak kekurangan opini.
tapi saya sering kekurangan arsitektur.


mungkin saya tidak perlu menjadi banyak hal.
mungkin saya hanya perlu kembali
menjadi arsitek.


Arsitek yang fasih berbicara arsitektur.


Tanggal Rilis

10 April 2026