DWT Logo

Writing · Essay · ARSITEKTUR, AI, KALIBRASI

Arsitektur, AI, Kalibrasi

Arsitektur, AI, Kalibrasi

Beberapa waktu terakhir, 

kami (kebetulan 8 orang dengan jafung setara) 

mencoba membaca ulang fenomena maraknya AI. 

Bukan untuk mengikuti, 

tapi lebih ke mencoba memahami 

atau mungkin lebih jujur lagi, 

mencoba tidak terlalu cepat merasa memahami.

Langkah kecil yang kami lakukan ialah: kalibrasi.

 

Sebagai gambaran, 

latar belakang keilmuan kami mencakupi:

1. Filsafat, 

2. ⁠Linguistik/Semiotika, 

3. ⁠Sosiologi, 

4. ⁠Psikologi, 

5. ⁠Arsitektur (ini saya), 

6. ⁠Lingkungan Binaan, 

7. ⁠Teknik Sipil, 

8. ⁠Komputasi. 


Inilah bidang-bidang yang selama ini kami tekuni, 

meskipun tentu masih terus kami pelajari.

 

Kalibrasi yang kami lakukan 

tidak hanya untuk memahami masing-masing disiplin, 

tetapi juga untuk membaca 

bagaimana perilaku AI dan algoritma 

bekerja dalam praktik aplikasi,

dilihat dari sudut pandang disiplin yang berbeda.

 

Menariknya, justru disiplin-disiplin ini 

yang dalam praktiknya cukup sering menjadi rujukan, 

atau kalau boleh sedikit jujur, 

kadang kita “pinjam” tanpa terasa oleh arsitektur.

saya jadi berpikir

apakah mungkin kita juga bisa 

mencoba sesuatu yang serupa, 

tapi dalam konteks kita bersama?

Terutama untuk melihat kembali: 

bagaimana arsitektur berelasi 

dengan disiplin-disiplin tersebut, 

tanpa kehilangan pijakannya sendiri.

 

Saya mencoba (ini masih sangat awal, dan sangat mungkin keliru) 

memakai empat pokok sederhana sebagai pegangan yaitu:

OM (Objek Material): apa yang kita hadapi secara konkret, 

OF (Objek Formal): cara kita melihatnya, 

AMD (Ambang Minimum Disiplin): batas minimum agar sesuatu masih bisa dikenali sebagai disiplin itu (ini terasa penting agar tidak melebur), 

makna: apa yang muncul dari relasi semuanya. 


Menariknya, kalau kita ingat kembali pengalaman kita di disertasi,

sebenarnya ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.


Kita hampir selalu mulai dari OM dan OF

bahkan sering menjadi bagian paling awal 

yang harus kita jelaskan sebelum melangkah lebih jauh.


Hanya saja, mungkin:

AMD sering tidak kita sebut secara eksplisit, 

padahal diam-diam selalu bekerja sebagai batas, 

dan makna sering kita anggap ada, 

tanpa selalu kita periksa apakah memang 

menjadi fokus utama disiplin yang kita gunakan. 

 

Jadi kalau boleh sedikit disederhanakan:

mungkin yang kita lakukan sekarang 

bukan memulai sesuatu yang baru,

tetapi membaca ulang 

apa yang sebenarnya sudah kita lakukan, dengan lebih sadar.


Karena kita semua berangkat dari arsitektur, 

saya merasa ini justru menarik untuk diuji bersama

apakah cara baca ini bisa keluar dari cara kita sendiri.

 

Saya pribadi selalu mencoba mengingat satu hal sederhana:

it is fun to fail.*

sebagai tagline matkul saya.


Jadi kalau usulan ini terasa kurang tepat,

mungkin justru di situlah kita bisa mulai melihatnya lebih jernih.


Semoga ruang ini tetap jadi ruang yang setara 

(tak perlu sungkan dengan senioritas-junioritas)

Kita tidak harus langsung sepakat,

tapi tetap enak untuk berpikir bersama 

dengan menganggap kita sedang bermain game. 

yang menyenagkan


Langkahnya begini:

Berikut ini saya menggunakan kombinasi AI saya 

yaitu Chatty (GPT) dan Claudia (Claude) 

menghadapkan 4 pokok tadi dengan 8 disiplin. 


Hasilnya seperti ini. 

Ibu bapak dapat mencoba dengan Ai Ibu bapak seperti apakah hasilnya.

Nanti kita akan mencari titik temunya. 

Dan saya pikir ini sangat berguna 

untuk memosisikan arsitektur dalam keilmuan lain.

 

Hasil Kalibrasi OM–OF–AMD–Makna pada 8 Disiplin

Oleh: AI (GPT + Claude)


1. Filsafat

OM: realitas, eksistensi, pengetahuan, nilai 

OF: refleksi kritis, logika, argumentasi konseptual 

AMD: koherensi berpikir (tidak kontradiktif, argumentatif) 

Makna: sangat dominan (inti dari filsafat adalah pemaknaan) 

Catatan: makna = pusat, bukan turunan

 

2. Linguistik / Semiotika

OM: bahasa, tanda, simbol 

OF: struktur bahasa, relasi tanda–makna, sistem representasi 

AMD: keteraturan sistem tanda (tidak acak) 

Makna: penting, tapi terikat sistem (bukan bebas) 

Catatan: makna dikendalikan struktur

 

3. Sosiologi

OM: relasi sosial, kelompok, institusi 

OF: pola interaksi, struktur sosial, dinamika masyarakat 

AMD: keterbacaan pola sosial (bukan kejadian individual acak) 

Makna: hadir sebagai interpretasi sosial 

Catatan: makna kolektif, bukan individual

 

4. Psikologi

OM: perilaku dan proses mental individu 

OF: mekanisme kognitif, afektif, perilaku 

AMD: keterukuran/terobservasi (empiris) 

Makna: hadir sebagai pengalaman subjektif 

Catatan: makna = internal, tapi harus bisa dijelaskan

 

5. Arsitektur

OM: konfigurasi fisik–spasial (ruang, bentuk, elemen) 

OF: relasi fungsi–bentuk–makna (FBM) 

AMD: keberhunian minimum (orientasi, pelingkup, kenyamanan dasar) 

Makna: hasil dari stabilitas relasi ruang 

Catatan: makna tidak bebas, harus berbasis ruang

 

6. Lingkungan Binaan (Built Environment)

OM: ruang terbangun (bangunan, lanskap, kota) 

OF: sistem spasial kolektif (urban, ekologi, infrastruktur) 

AMD: keterhubungan sistem (tidak fragmentaris) 

Makna: sering bersifat tambahan (sosial, budaya, simbolik) 

Catatan: makna mulai melebar (risiko “slippery”)

 

7. Teknik Sipil

OM: material, struktur, gaya, konstruksi 

OF: analisis mekanika, stabilitas, kekuatan 

AMD: keselamatan dan kestabilan struktur 

Makna: tidak menjadi fokus utama 

Catatan: makna hampir tidak operasional

 

8. Komputasi / AI

OM: data, sinyal, input-output 

OF: algoritma, model, logika komputasi 

AMD: keterulangan & konsistensi hasil (reproducibility) 

Makna: tidak inheren (dibentuk oleh pengguna) 

Catatan: makna = eksternal, bukan bagian sistem


Selamat Mencoba


Tanggal Rilis

16 April 2026